Digital Portfolio (kegiatan ilmiah hari ke 1)
Materi 1
Tema : Penguatan Literasi Keuangan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mahasiswa Strategi & Manfaat
Literasi keuangan yang kuat merupakan fondasi krusial bagi kesejahteraan mahasiswa, tidak hanya selama masa kuliah tetapi juga jauh setelahnya. Berikut pembahasan komprehensif mengenai pentingnya, strategi penguatan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan mahasiswa:
I. Mengapa Literasi Keuangan Mahasiswa Penting?
Masa Transisi Kritis: Mahasiswa seringkali pertama kali mengelola keuangan secara mandiri (uang saku, beasiswa, gaji paruh waktu), jauh dari pengawasan langsung orang tua.
Tantangan Finansial Khas Mahasiswa:
- Biaya kuliah yang tinggi dan terus meningkat.
- Biaya hidup (kos, makan, transportasi, buku).
- Keterbatasan sumber penghasilan tetap.
- Tekanan sosial untuk konsumsi (gadget, gaya hidup, hiburan).
- Potensi terjerat utang (pinjol, kredit tanpa agunan, KTA).
Dampak Langsung pada Kesejahteraan:
- Kesejahteraan Finansial: Menghindari utang yang berlebihan, mampu memenuhi kebutuhan dasar, memiliki dana darurat, mulai menabung/investasi.
- Kesejahteraan Akademik: Mengurangi stres finansial yang dapat mengganggu konsentrasi belajar dan prestasi akademik.
- Kesejahteraan Mental & Emosional: Mengurangi kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental yang sering dipicu oleh masalah uang.
- Kesejahteraan Masa Depan: Membangun fondasi kebiasaan keuangan yang sehat untuk mencapai tujuan jangka panjang (rumah, investasi, pensiun).
II. Strategi Penguatan Literasi Keuangan Mahasiswa
Penguatan ini memerlukan pendekatan multi-pihak dan berkelanjutan:
Peran Perguruan Tinggi (Kampus):
Integrasi ke Kurikulum: Menyisipkan materi literasi keuangan dalam mata kuliah wajib (misal: Pengantar Ekonomi, Kewirausahaan) atau mata kuliah pilihan khusus (Manajemen Keuangan Pribadi, Perencanaan Investasi).
Workshop & Seminar Reguler: Mengadakan sesi interaktif dengan topik spesifik:
- Pengelolaan anggaran & arus kas.
- Memahami hutang (pinjaman pendidikan, pinjol, KKT).
- Dasar-dasar investasi (reksa dana, saham, emas) untuk pemula.
- Perlindungan asuransi (kesehatan, jiwa).
- Pengenalan e-wallet & transaksi digital yang aman.
- Menghindari penipuan keuangan.
Layanan Konseling Keuangan: Menyediakan konsultan keuangan (bisa internal atau berkolaborasi dengan profesional eksternal) untuk konsultasi pribadi secara gratis atau terjangkau.
Platform Digital: Menjelaskan aplikasi atau portal kampus dengan:
- Kalkulator anggaran & pinjaman.
- Modul pembelajaran online (video, infografis, artikel).
- Simulasi investasi.
Informasi beasiswa & pembiayaan kuliah.
Kolaborasi dengan Pihak Eksternal: Menggandeng OJK, Bank Indonesia, lembaga keuangan (bank, fintech), atau komunitas profesional untuk memberikan materi dan sumber daya.
Inisiatif Mahasiswa & Komunitas:
- Klub/Komunitas Literasi Keuangan: Membentuk wadah bagi mahasiswa yang antusias untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, dan mengadakan aktivitas (diskusi, webinar, kompetisi).
- Program Mentoring: Mahasiswa senior atau alumni yang berpengalaman bisa menjadi mentor bagi mahasiswa junior dalam mengelola keuangan.
- Kampanye Kesadaran: Memanfaatkan media sosial kampus atau komunitas untuk menyebarkan tips, infografis, dan cerita inspiratif tentang manajemen keuangan yang sehat.
Peran Individu (Mahasiswa):
- Proaktif Mencari Informasi: Memanfaatkan sumber daya yang tersedia (perpustakaan, internet terpercaya, workshop kampus).
- Penerapan Pengetahuan: Mulai membuat anggaran pribadi, mencatat pengeluaran, menabung secara konsisten (meski kecil), dan menghindari utang konsumtif.
- Membangun Jaringan: Bergabung dengan komunitas atau mencari mentor untuk berdiskusi dan bertanya.
- Menjelaskan Mindset: Menumbuhkan kesadaran bahwa literasi keuangan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik.
AKU AKU AKU. Dampak Penguatan Literasi Keuangan terhadap Kesejahteraan Mahasiswa
- Peningkatan Kesejahteraan Finansial:
- Mahasiswa mampu mengelola uang saku/beasiswa dengan lebih efektif.
- Penurunan tingkat utang konsumtif yang tidak produktif.
- Munculnya kebiasaan menabung dan mulai berinvestasi dini.
- Kesiapan menghadapi biaya tak terduga (dana darurat).
- Peningkatan Kesejahteraan Akademik:
- Penurunan tingkat stres terkait uang, sehingga fokus belajar meningkat.
- Potensi peningkatan IPK dan kelulusan tepat waktu.
- Kemampuan membuat keputusan finansial yang lebih baik terkait pembiayaan studi lebih lanjut.
- Peningkatan Kesejahteraan Mental & Emosional:
- Penurunan gejala kecemasan dan depresi yang berhubungan dengan masalah keuangan.
- Peningkatan rasa percaya diri dan kendali atas hidup.
- Hubungan sosial yang lebih harmonis (kurang konflik karena uang).
- Peningkatan Kesejahteraan Masa Depan:
- Lulus dengan beban utang yang lebih terkendali (jika ada).
- Memulai karir dengan landasan keuangan yang lebih kuat (tidak “nol besar”).
- Persiapan untuk merencanakan dan mencapai tujuan hidup jangka menengah dan panjang (rumah, nikah, investasi, pensiun).
- Menjadi anggota masyarakat yang mandiri secara finansial dan berkontribusi.
IV. Tantangan & Solusi
Tantangan: Minat mahasiswa yang rendah (dianggap "membosankan"), keterbatasan sumber daya kampus, stigma soal uang, kesulitan menerapkan teori ke praktik.
Solusi:
Pendekatan Menarik: Gunakan gamifikasi, studi kasus nyata, teknologi (aplikasi), dan bahasa yang relevan dengan gaya hidup pelajar.
Advokasi & Kolaborasi: Menekankan pentingnya literasi keuangan kepada pihak kampus dan mencari mitra untuk mendukung program.
Lingkungan Aman: Ciptakan ruang diskusi tanpa penilaian untuk berbagi masalah keuangan.
Fokus pada Aplikasi Praktis: Berikan lokakarya yang langsung bisa diterapkan (misal: lokakarya membuat anggaran dengan aplikasi tertentu).
Kesimpulan:
Penguatan literasi keuangan bukan sekadar penambahan pengetahuan, melainkan investasi strategi dalam aset terpenting bangsa: sumber daya manusia berkualitas. Dengan menyediakan akses yang mudah, relevan, dan berkelanjutan terhadap pendidikan keuangan, perguruan tinggi, komunitas, dan mahasiswa itu sendiri secara kolektif dapat membangun generasi yang tidak hanya akademis cerdas, tetapi juga cerdas finansial. Ini adalah kunci untuk membuka pintu menuju kesejahteraan mahasiswa holistik—sejahtera finansial, akademis, mental, dan masa depan—yang pada akhirnya akan mencetak lulusan yang tangguh, mandiri, dan siap memberikan kontribusi maksimal bagi masyarakat.
Materi 2
Pemateri : Prof. Kacung Marijan, Drs.,MA.,Ph.,D
Tema : Sistem pendidikan tinggi di UNUSA
Afiliasi: UNUSA adalah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Jawa Timur, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Nilai-nilai ke-NU-an (moderasi, toleransi, kearifan lokal) menjadi dasar pengembangan keilmuan dan karakter.
Visi & Misi: Fokus utama pada mencetak lulusan yang unggul, berakhlak mulia, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa dengan memadukan keilmuan universal dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).
Status: Terakreditasi oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).
2. Struktur Akademik
Fakultas dan Program Studi: UNUSA menyelenggarakan pendidikan melalui berbagai fakultas. Contoh program studi yang umumnya ada (perlu dicek di website resmi untuk update):
- Fakultas Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter, Profesi Dokter.
- Fakultas Kesehatan Masyarakat: S1 Kesehatan Masyarakat.
- Fakultas Ilmu Kesehatan: S1 Keperawatan, S1 Farmasi, D3 Kebidanan, Profesi Ners.
- Fakultas Sains dan Teknologi: S1 Teknik Informatika, S1 Biologi.
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis: S1 Manajemen, S1 Akuntansi.
- Fakultas Agama Islam: S1 Pendidikan Agama Islam, S1 Ekonomi Syariah, S1 Perbankan Syariah.
- Fakultas Psikologi: S1 Psikologi.
- Fakultas Hukum: S1 Ilmu Hukum.
Jenjang Pendidikan: menyediakan program:
- Sarjana (S1): Durasi 4 tahun (8 semester).
- Profesi: Untuk bidang kesehatan (Dokter, Ners, Apoteker) setelah S1.
- Diploma (D3): Durasi 3 tahun (6 semester), misalnya D3 Kebidanan.
3. Sistem Pembelajaran
Sistem Kredit Semester (SKS): Sistem utama di UNUSA, sesuai standar nasional.
1 SKS: Setara dengan 50 menit aktivitas per minggu selama 1 semester (16 minggu), mencakup tatap muka, tugas, ujian, dan studi mandiri.
Beban Studi: Rata-rata 20-24 SKS per semester untuk S1.
Kurikulum:
Kurikulum Nasional: Mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Kurikulum Khas UNUSA: Mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja dan ke-NU-an (misal: mata kuliah Ke-NU-an, Bahasa Arab, Pendidikan Agama Islam dengan perspektif Aswaja) ke dalam berbagai program studi, termasuk non-keagamaan.
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Implementasi program pemerintah untuk menghentikan pembelajaran (magang, pertukaran pelajar, proyek di desa, dll).
Metode Pembelajaran: Kombinasi:
Tatap Muka (Offline): Kuliah, praktikum (khususnya kesehatan), diskusi.
Blended Learning: Perpaduan offline dan online (menggunakan LMS seperti Moodle, Google Classroom, atau platform UNUSA).
Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa: Mendorong partisipasi aktif siswa, diskusi, presentasi, dan penelitian sederhana.
Penilaiannya berdasarkan:
- UTS (Ujian Tengah Semester)
- UAS (Ujian Akhir Semester)
- Tugas Individu/Kelompok
- Kehadiran & Partisipasi
- Praktikum/Projek
- Indeks Prestasi (IP): Skala 0,00 - 4,00.
4. Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru
Jalur Pendaftaran umumnya mencakup:
- Jalur Prestasi/Akademik: Bagi siswa dengan nilai rapor/UN yang tinggi.
- Jalur Ujian Mandiri (UM-UNUSA): Tes tertulis (biasanya TPA, Tes Potensi Akademik, dan Tes Bidang Studi) yang diikuti UNUSA.
- Jalur SPAN-PTKIN: Seleksi bersama masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (diikuti beberapa PTKIN dan PTS Islam seperti UNUSA).
- Jalur UM-PTKIN: Ujian masuk bersama PT Islam (serupa SPAN-PTKIN).
- Jalur Hafidz/Hafidzah: Khusus untuk penghafal Al-Qur'an (biasanya ada kuota khusus).
Persyaratan Umum:
- Lulus SMA/SMK/MA/Sederajat.
- Memunihi nilai rata-rata yang ditentukan (tergantung jalur).
- Surat keterangan sehat (khusus untuk prodi kesehatan).
- Pas foto, ijazah/transkrip nilai (legalisir), dll.
5. Sistem Penjaminan Mutu
- Akreditasi: Program studi dan institusi yang diakreditasi oleh BAN-PT. Peringkat akreditasi (Unggul, A, B, C) menjadi indikator kualitas.
- Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI): UNUSA memiliki sistem untuk memastikan mutu:
- Evaluasi Kurikulum : Rutin dilakukan penyesuaian.
- Evaluasi Pembelajaran: Melalui kuisioner mahasiswa, evaluasi dosen.
- Audit Mutu Internal: Dilakukan oleh unit penjaminan mutu universitas.
- Standar Pelaksana: Mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan SN-DIKTI.
- Tracer Study: Melacak lulusan untuk mengetahui relevansi kurikulum dengan dunia kerja dan kepuasan pengguna lulusan.
6. Layanan Mahasiswa & Fasilitas
- Layanan Akademik: Biro Administrasi Akademik (BAA), sistem informasi akademik online (untuk KRS, nilai, jadwal, keuangan).
- Layanan Kemahasiswaan: Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimbingan konseling, beasiswa, aktivitas ormawa/UKM, pengembangan softskill).
- Perpustakaan: Fisik dan digital (e-journal, e-book).
- Laboratorium: Lab praktikum (khususnya untuk prodi kesehatan, sains, teknologi), lab komputer, lab bahasa.
- Fasilitas Umum: Ruang kelas ber-AC, masjid/musholla kampus, area wifi, kantin, area parkir, fasilitas olahraga.
- Rumah Sakit Pendidikan: Untuk prodi kesehatan (biasanya bekerja sama dengan RS NU atau RS lain di Surabaya).
7. Biaya Pendidikan
- Komponen Biaya: Umumnya terdiri dari:
- SPP (Sumbangan Pengembangan Pendidikan): Dibayar sekali di awal masuk (bisa dicicil).
- SPP Tetap/SPP Variabel: Dibayar per semester (besarnya tergantung program studi dan jenjang).
- Biaya Praktikum/Keterampilan: Khusus prodi tertentu (kedokteran, pembasahan, farmasi, dll).
- Biaya Pendaftaran & Kegiatan Mahasiswa.
- Kemudahan Pembayaran: Biasanya tersedia cicilan dan beasiswa (Beasiswa Prestasi, Beasiswa Tahfidz, Beasiswa Bidikmisi (KIP Kuliah), Beasiswa dari Yayasan/Lembaga, dll).
8. Karakteristik Khas UNUSA
- Penguatan Nilai Aswaja: Integrasi nilai Islam moderat, toleran, dan berbasis kearifan lokal dalam semua aspek akademik dan non-akademik.
- Fokus pada Kesehatan: Memiliki fakultas/prodi kesehatan yang kuat (Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Farmasi) dengan fasilitas pendukung.
- Keterlibatan dalam Masyarakat: Mendorong mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam pengabdian masyarakat (KKN) yang berbasis pada nilai-nilai sosial-keagamaan.
- Lingkungan Kampus Religius: Suasana Islami dengan kegiatan rutin keagamaan (pengajian, dll) yang terbuka dan inklusif.
Kesimpulan
Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA mengikuti kerangka standar nasional Indonesia (SKS, SN-DIKTI, KKNI, BAN-PT) namun memiliki keunikan dalam integrasi nilai-nilai Aswaja dan ke-NU-an ke dalam kurikulum, lingkungan kampus, dan pengembangan karakter siswa. UNUSA menawarkan berbagai program studi, dengan keunggulan khusus di bidang kesehatan dan keagamaan, didukung oleh fasilitas yang mampu dan komitmen terhadap penjaminan mutu. Sistem penerimaan mahasiswa beragam dengan kemudahan biaya melalui beasiswa.
Materi 3
Pemateri : Dr. Arif Abdurrakhman, ST,MT
Tema : Strategi menumbuhkan kemampuan berpikir kritis untuk menemukan solusi terbaik
Berpikir kritis adalah kemampuan menganalisis informasi secara objektif dan membuat penilaian yang masuk akal. Berikut adalah beberapa strategi efektif untuk mengembangkan kemampuan ini:
1. Kembangkan Rasa Ingin Tahu
- Ajukan pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana" secara teratur
- Jangan menerima informasi begitu saja tanpa pemahaman mendalam
- Selidiki akar masalah, bukan hanya gejalanya
2. Analisis dari Berbagai Perspektif
- Carilah pendapat dari berbagai sumber dengan sudut pandang berbeda
- mempertimbangkan alternatif solusi sebelum mengambil keputusan
- Hindari terjebak dalam cara berpikir tunggal
3. Latih Penalaran Logis
- Pelajari struktur argumen yang valid
- identifikasi kesalahan logika (logical fallacies) dalam pemikiran
- Pisahkan fakta dari opini atau asumsi
4. Gunakan Kerangka Kerja Pemecahan Masalah
- Terapkan metode seperti PDCA (Plan-Do-Check-Act)
- Gunakan pendekatan 5 Mengapa untuk menemukan akar masalah
- Terapkan analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman)
5. Waspadai Bias Kognitif
- Kenali bias seperti bias konfirmasi, bias jangkar, dan bias ketersediaan
- Carilah informasi yang mungkin bertentangan dengan keyakinan Anda
- Libatkan orang lain dalam proses pengambilan keputusan untuk mendapatkan perspektif yang berbeda
6. Praktikkan Refleksi Diri
- Luangkan waktu untuk memikirkan keputusan yang telah dibuat
- Evaluasi hasil dari proses berpikir Anda
- Pelajari dari kesalahan dan keberhasilan
7. Terlibat dalam Diskusi dan Debat
- Ikuti forum diskusi dengan orang yang memiliki pandangan berbeda
- Belajar mendengarkan aktif dan memahami argumen orang lain
- Latih menyampaikan argumen dengan bukti dan alasan yang kuat
8. Belajar secara Terus-menerus
- Baca berbagai sumber informasi dari berbagai disiplin ilmu
- Ikuti pelatihan atau kursus tentang logika dan pemecahan masalah
- Terapkan pengetahuan baru dalam situasi nyata
Dengan secara konsisten menerapkan strategi-strategi ini, Anda akan mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang kuat, yang pada pasangannya akan membantu Anda menemukan solusi terbaik untuk berbagai masalah yang dihadapi. Ingatlah bahwa berpikir kritis adalah keterampilan yang membutuhkan latihan terus-menerus untuk dikuasai.
situs web
- Universitas : https://unusa.ac.id
- Fakultas : febtd.unusa.ac.id
lihat juga blog teman saya : nafisyaah21
Media sosial UNUSA
- Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter: https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official

Comments
Post a Comment